Pelayanan antar moda yang saling terhubung semakin banyak jenisnya. Salah satunya adalah sky bridge yang menghubungkan antara stasiun Solo Balapan, Solo dan terminal Tirtonadi, Solo.
Untuk penumpang dari Terminal Tirtonadi, kehadiran Sky Bridge sangatlah terasa manfaatnya. Karena apabila hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api, melalui stasiun Solo Balapan maka penumpang harus berjalan kaki dibawah terik matahari, lewat pinggir jalan, memutari kampung kampung. Atau naik kendaraan umum, tetapi tidak bisa langsung ke arah stasiun. Atau bisa saja naik ojek, becak atau carter mobil yg tersedia di sekitar terminal yang tidak bisa dipesan secara online melalui aplikasi.
Penumpang dari Terminal Tirtonadi yang hendak melanjutkan perjalanan dengan moda Kereta Api, maka mereka perlu menyiapkan tiket terlebih dahulu. Bila belum memiliki tiket, maka di dekat pintu kedatangan Bus, telah disediakan loket penjualan tiket kereta api. Tetapi perlu diingat, bahwa penjualan tiket akan tutup sekitar 30 menit sebelum jadwal kereta api berangkat. Ini dimaksudkan agar kereta api tidak sampai menunggu penumpang yg masih berjalan menggunakan fasilitas sky bridge.
Pintu masuk sky bridge ada di lantai 2, masuknya bisa melalui beberapa gerbang. Salah satunya ada di depan masjid yang berada di dalam terminal. Di pintu masuk sky bridge calon penumpang akan diperiksa, sudah memiliki tiket kereta api atau belum. Bila sudah punya maka mereka akan diperkenalkan masuk.
Sky Bridge ini adalah sebuah lorong panjang penghubung terminal Tirtonadi dan Stasiun Solo Balapan. Lorong ini terbentang diatas jalan jalan kampung. Lebar jalan cukup nyaman digunakan apabila berpapasan dengan pengguna dari arah sebaliknya. Lorong ini dilengkapi atap, sehingga perjalanan akan terasa teduh. Dan disepanjang dinding lorong, ditutupi oleh ventilasi hingga setinggi pinggang orang dewasa. Dan diatasnya terdapat kaca bening. Sehingga suasana lorong terlihat terang dan luas. Dan juga para pengguna bisa melihat keadaan kampung yang ada dibawahnya.
Mendekati pintu keluar arah stasiun Solo balapan, pengguna akan menemui sebuah Vending Machine. Sebuah mesin penjual tiket kereta api yg dioperasikan sendiri oleh pembelinya. Vending machine ini digunakan apabila calon penumpang menginginkan membeli tiket kereta api lanjutan ataupun tiket balik, menggunakan kereta api jarak jauh. Di sebelah vending machine, terdapat TV LCD yang memberikan informasi tentang ketersediaan tiket. Info ketersediaan tiket ini disajikan secara real time. Seperti papan informasi ketersediaan tiket yang berada di loket stasiun.
Melewati vending machine, calon penumpang kereta api akan menemui mesin chek in. Disini penumpang harus menukarkan tiket atau kode booking yg dimiliki dengan boarding pass. Setelah mendapatkan boarding pass maka calon penumpang akan masuk melalui meja pemeriksaan. Disini akan dilakukan prosea check ini. Boarding pass penumpang akan divalidasi melalui system.
Melanjutkan perjalanan setelah proses check in, maka calon penumpang kereta api akan diarahkan turun melalui 2 gerbang yang berbeda. Gerbang sebelah kiri untuk keberangkatan ka lokal dari jalur 5 atau jalur 6 dan gerbang sebelah kanan untuk calon penumpang yang hendak berangkat melalui jalur 1 atau jalur 2.
Berbeda dengan gerbang masuk dari terminal, gerbang masuk atau keluar di sisi stasiun Solo balapan sudah dilengkapi dengan eskalator. Eskalator ini bekerja otomatis saat ada orang yg menggunakannya. Jadi jangan pergi dulu lewat tangga biasa saat melihat eskalator tidak berjalan.
Dan akhirnya calon penumpang sampai di lingkungan stasiun Solo Balapan.
Perjalanan dari Terminal ke stasiun saya rasa cukup singkat. Hanya sekitar 15 sampai 20 menit berikut proses check in nya.
Berbeda proses dari arah terminal Tirtonadi, calon penumpang bus yang menggunakan sky bridge tidak perlu memiliki tiket bus terlebih dahulu. Jadi setelah turun dari kereta api mereka bisa langsung menggunakan sky bridge untuk menuju ke terminal Tirtonadi.